Ada CUMI di Blok Q

Hampir semua orang tertawa atau tersenyum simpul ketika kami beritahu bahwa CU Bererod Gratia (CUBG), Blok Q, membuka program CUMI. Mereka ingat akan satu iklan di televisi yang memang lucu. Cuma mimpi? Atau Cuma minjam? Itukah yang dimaksud dengan CUMI?
Di kalangan aktivis Credit Union, CUMI sudah ada sebelum iklan tersebut populer. CUMI adalah Credit Union Microfinace Innovation. Dengan program ini CU hendak memberikan pelayanan keuangan (pinjaman dan tabungan) kepada para usahawan kecil yang ingin meningkatkan bisnisnya. Untuk konteks CUBG yang meminta anggota mempunyai simpanan cukup tinggi (Rp 2 juta) sebelum mereka dapat mengajukan pinjaman, CUMI merupakan persiapan untuk menjadi anggota CUBG.
Program CUMI CUBG Blok Q dirancang mengikuti sistem Grameen Bank, yaitu meminta calon anggota membentuk kelompok yang terdiri dari 5 orang. Setelah kelompok terbentuk dan anggota mendapat penjelasan tentang prosedur program ini, dua orang anggota memperoleh pinjaman Rp 500.000. Jika pinjaman ini diangsur secara teratur selama empat minggu, pinjaman untuk dua orang berikutnya dikucurkan. Dua minggu kemudian dikucurkan pinjaman untuk orang kelima.
Selama mengikuti program ini anggota diwajibkan menabungkan 5% dari pinjaman dan minimal Rp 2.500 setiap minggu. Saat pinjaman pertama lunas, anggota dapat mengajukan pinjaman baru sebesar 3 kali simpanan. Untuk simpanan anggota memperoleh balas jasa 10% per tahun, sementara pinjaman 0,5% per minggu.
CUMI Blok Q dimulai pada pertengahan September 2008. Anggota pertamanya lima pedagang yang biasa berjualan di depan gereja pada hari minggu. Mulai bulan Desember bergabung empat kelompok baru. Pada bulan Januari anggota bertambah lagi sehingga total menjadi 55 orang (11 kelompok). Mereka tersebar di daerah Kebalen dan Ciomas, Jl. Nipah dan Tegal Parang. Kebanyakan dari mereka adalah warga non-Katolik. Warga Gereja sendiri kurang berminat pada program ini, karena kesulitan membentuk kelompok, tidak punya usaha atau merasa pinjaman terlalu kecil.
Ibu Sainem yang sehari-hari berjualan rokok sangat terbantu dengan program ini. Karena modal yang ia miliki kecil, setiap hari ia mesti pergi ke pasar untuk membeli dagangan. Itu pun ia hanya bisa belanja dua sampai lima bungkus rokok. Setelah mendapat pinjaman dari CUMI, ia bisa dua hari sekali ke pasar. Ia kini dapat membeli rokok satu pak dengan berbagai merek. Warung Ibu Sainem yang hanya seukuran jendela kini dilengkapi mi instan, obat-obatan dan makanan kecil. “Lumayan, sekarang pendapatan meningkat,” tuturnya.
Hingga Januari 2009 pinjaman yang telah dikucurkan mencapai Rp 18.500.000 (untuk 37 orang); yang sudah diangsur Rp 4.500.000. Dari anggota terkumpul tabungan Rp 2.119.500. Untuk sementara, uang yang dipinjamkan CUMI berasal dari pinjaman perorangan yang mendukung program ini dan dari Seksi PSE. Kalau anggota semakin banyak, CUMI akan mengajukan pinjaman ke CUBG. Moga-moga dengan berkat CUMI, warga kecil terbantu dan dapat menyiapkan diri menjadi anggota CUBG, sementara CUBG juga semakin menyentuh orang kecil.*** (AS)foto-artikel-cumi

One Response

  1. Saya Ucapkan Puji Syukur pada Tuhan dan memberikan ucapan Selamat terlebih dahulu untuk Para Perintis CUBG yang Sangat Peduli dengan keadaan Bangsa kita ini terutama Banyaknya Kaum Marginal yang sangat membutuhkan Bantuan tetapi tidak mengurangi Kesadarannya dalam memberdayakan Hidupnya dengan cara yang aman dan sederhana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: