Kesaksian Anggota Credit Union Bererod Gratia (CUBG)

Berikut adalah kesaksian beberapa Anggota Credit Union Bererod Gratia yang berdomisili di paroki Santa Perawan Maria Ratu. Semoga semangat kepedulian bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat bisa diikuti paroki lainnya. AMDG-RA) yang kami ambil (dan sudah disetujui ybs) dari blog ibu Ratna Ariani di http://ratnaariani.wordpress.com/2008/05/03/kesaksian-anggota-cu-bg/

Paulus Ledjap
CUBG: solusi dalam ketidakberdayaan

Masih terbayang dalam ingatan Paulus ketika banjir besar meluluh lantakkan rumahnya di awal tahun 2007. Ia tidak tahu bagaimana merenovasi rumah dan membeli peralatan rumah tangga yang hanyut terbawa banjir. Pinjaman dari kantor tak berhasil ia dapatkan. Dalam keputusasaannya, ia teringat CUBG. Mengapa tidak meminjam saja dari CUBG? Bukankah ia anggota CUBG?
Ia pun ke kantor pusat CUBG dan menceritakan masalah yang ia hadapi. Pengurus CUBG memberi tahu bahwa untuk mendapatkan kredit, ia harus melunaskan dulu simpanan wajibnya. Maka ia pun meminjam dari seseorang untuk menutup simpanan wajib sebesar Rp 2.325.000,-. Karena situasi yang ia hadapi tergolong darurat, ia berhasil mendapatkan kredit sebesar 3x simpanan, tak lama setelah ia melunasi simpanan wajibnya. Total pinjaman yang ia terima sebesar Rp 6.600.000,-. Dana itu digunakan untuk mengembalikan pinjaman dan merenovasi rumah. Masih ada sisa, ia gunakan sebagai uang pangkal anaknya yang masuk SMP Tarakanita.
Paulus bersyukur bahwa melalui CUBG, ia bisa menyelesaikan 2 permasalahan sekaligus, yaitu renovasi dan uang pangkal. Hal ini tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Angsuran sebesar Rp. 250.000,-/bulan selalu setia ia bayarkan. Menurut Paulus, CUBG sangat fleksibel dengan besarnya angsuran. Besarnya angsuran diserahkan kepada anggota, tergantung kemampuan mereka. Tentu saja semakin besar angsuran, semakin cepat kredit akan lunas, yang berarti semakin cepat pula ia dapat mengajukan permohonan kredit kembali. Paulus telah berencana kelak jika kreditnya lunas, ia akan mengajukan lagi permohonan kredit sebagai modal usaha. (Hasil interview :Lina)

Vincent Murwandi
CUBG: kepastian bunga dan santunan kematian

Ketertarikan Vincent terhadap CUBG berawal dari ulasan di Berita Sepekan. Ia pun kemudian mendaftarkan diri sebagai anggota CUBG pada November 2007.
Saat ini ia belum berniat mengajukan kredit dan ingin memperbesar simpanan dulu. Namun yang pasti, ia merasa beruntung menyimpan uangnya di CUBG karena CUBG memberikan bunga pasti sebesar 14% per tahun tanpa dipotong pajak dan biaya-biaya administrasi. Pada saat bunga bank hanya sebesar 8% per tahun (masih dipotong pajak dan biaya lain-lain), menabung di CUBG jelas lebih menguntungkan.
Menurut Vincent, menjadi anggota CUBG juga mendisiplinkan seseorang untuk menabung. Mengapa? Karena anggota harus melunasi terlebih dahulu simpanan wajib sebesar Rp. 2.325.000,- sebelum mereka bisa menarik kredit. Mungkin pada awalnya, terasa sulit untuk mengumpulkan uang sebesar itu. Namun lagi-lagi, CUBG memberikan kemudahan dalam bentuk pinjaman kapitalisasi. Artinya, simpanan sebesar Rp 2.325.000,- tersebut tidak harus langsung dilunasi tetapi bisa dicicil dengan jangka waktu bervariasi, paling lama 5 tahun.
Selain bunga yang tinggi dan pasti, CUBG melalui program JALINAN juga memberikan santunan kematian sebesar simpanan (maksimal Rp 25.000.000,-) bagi ahliwaris anggota. Sayangnya, menurut Vincent, CUBG belum banyak melakukan sosialisasi sehingga belum banyak orang yang tahu mengenai CUBG. Pengurus harus lebih aktif mensosialisasikan CUBG supaya kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan dinikmati lebih banyak orang. (Lina)

Christina Erni Pujiastuti:
Bebas dari Jerat Kartu Kredit

Saya seorang wanita umur saya 35 tahun, sudah bekerja sejak 1991 dan diangkat menjadi pegawai negeri di sebuah Rumah Sakit di Jakarta. Saya seorang konsumeristis dan selalu ingin membelanjakan gaji yang saya terima setiap bulan. Akibatnya, saya tak punya tabungan.
Untuk mendapat sesuatu yang saya inginkan, tak jarang saya membelinya dengan cara kredit. Saya pernah mempunyai lebih dari 3 kartu kredit. Sampai akhirnya saya tak mampu membayar semua tagihan.
Saat saya menikah (2003), hutang dari kartu kredit saya belum juga lunas. Terpaksa saya memberitahukan suami saya dan memintanya membantu membayar hutang itu. Sejak saat itu suami meminta saya menutup semua kartu kredit, agar saya tak lagi terjebak pada jeratan sistem ekonomi kapitalis yang memberatkan! Tetapi sifat konsumeristis saya tidak dapat hilang juga sampai sekarang.
Dari pengalaman itu saya sangat merasakan manfaat menjadi anggota CUBG. Coba, dari dulu saya sudah bergabung menjadi anggota CUBG, pasti saya sudah punya banyak tabungan dan tidak terjerat hutang dengan kartu kredit.
Saat pertama kali diajak seorang aktivis CUBG untuk ikut menjadi anggota, saya langsung mengiyakan tanpa membicarakannya dulu dengan suami saya. Pada Februari 2007 saya masuk menjadi anggota dengan sistem kapitalisasi. Setelah ikut Pendidikan Dasar CUBG, saya lebih mengerti mengenai CUBG. Saya langsung memberitahukan kepada suami dan mengajaknya untuk ikut bergabung. Tetapi waktu itu dia masih trauma dengan sistem-sistem kartu kredit yang bunganya bisa mencekik leher! Kata-katanya yang masih saya ingat sampai sekarang, “hati-hati itu dapat dipercaya apa tidak. Jangan sampai tertipu dan kiblatnya amerika kapitalis banget. ”
Entah kenapa saya yakin sekali bahwa CUBG tidak seperti itu. Setelah pinjaman kapitalisasi saya lunas pada September 2007, pada Oktober 2007 saya mengajukan pinjaman sebesar 8 juta rupiah. Dalam waktu seminggu pinjaman saya langsung disetujui. Sistem angsurannya relatif tidak memberatkan anggota. Mengetahui hal tersebut suami saya tertawa: uang pinjaman itu bisa dipakai untuk membayar kontrakan rumah.

Karisem:
CUBG membuat kita belajar menabung

Karisem mulai bergabung CUBG pada awal tahun 2007 lewat sistem kapitalisasi. Ia masih mengangsur pinjaman kapitalisasi itu hingga kini. Meskipun terasa “berat”, ia tetap berusaha memenuhi kewajiban mencicil Rp. 100.000,-/bulan. Melalui kerja kerasnya, ia bahkan bisa mencicil lebih dari itu, sehingga pinjaman yang dipakai membayar biaya keanggotaan itu hampir terlunasi.
Ia tertarik menjadi anggota karena di CUBG ia bisa menabung meskipun hanya Rp 10.000,-. Ia berencana bahwa jika nanti anaknya masuk SMP, ia akan mengajukan permohonan kredit untuk menutupi uang pangkal dan kebutuhan sekolah lainnya. “CUBG membuat saya belajar menabung. Saya tidak malu menyetor uang tabungan sekecil apa pun, karena saya tahu bahwa berapa pun besarnya uang yang saya tabung, CUBG tetap akan menerimanya.”
Ia juga merencanakan untuk memasukkan anaknya yang masih berusia 11 tahun menjadi anggota CUBG. Biar ia belajar menabung dari uang jajannya, demikian ia mengatakan. Kalau uang tetap di tangan, ada saja godaan untuk jajan, tetapi kalau sudah di tabung, godaan itu bisa ditahan. Ia berharap sosialisasi CUBG terus dijalankan. “Supaya umat pra-sejahtera bisa menabung sedikit demi sedikit.” Ia berharap, pandangan umat mengenai koperasi bisa berubah. Perlu ditanamkan bahwa “tujuan utama masuk koperasi adalah menabung, bukan meminjam.” (Lina)

Deodatus :
CUBG mempermudah umat dalam menabung

Seperti Paulus Ledjap, Deodatus juga merasa sangat terbantu dengan menjadi anggota CUBG. Ia pertama kali bergabung karena tertarik dengan kesediaan CUBG untuk menerima tabungan anggota berapa pun besarnya. Tidak terpikirkan sebelumnya bahwa suatu hal yang bermula dari iseng ini ternyata justru membantu dia ketika rumahnya dilanda banjir besar pada awal tahun 2007. Bersama-sama beberapa anggota CUBG yang lain, ia mengajukan permohonan kredit untuk merenovasi rumah. Permohonan ini disetujui.
Ia berencana untuk memasukkan anaknya menjadi anggota CUBG juga. “Agar ia belajar menabung,” demikian dikatakannya. Seperti Karisem, ia juga berharap sosialisasi CUBG juga diadakan di lingkungan-lingkungan. “Umat perlu diajari untuk menabung, meskipun kondisi mereka sulit. Karena itu, mari menabung di CUBG karena kita tidak malu bila setoran tabungan kita hanya kecil jumlahnya.”

One Response

  1. Setiap anggota CUBG harus bertekad mendukung: CUBG menjadi TREND ANAK MUDA Indonesia.

    Ajakan ini demi kelanjutan Generasi Penerus untuk CUBG kita sendiri dimasa depan. Pikiran ini harap dibaca & disadari serta diresapi agar “CUBG sebagai suatu lembaga bisa bertahan lebih dari 100 tahun.”

    Tahan akan baik buruknya akibat tahapan2 yang segera akan datang ataupun sedang datang akibat FreeTrade Agreements atau apapun.

    Berani memandang kedepan dengan keyakinan atau rasa optimis yang besar secara bersama-sama/ bergotong-royong.

    Walaupun Gotong – Royong, CUBG tetap harus dikelola secara Profesional dengan tingkat integrity yang sangat tinggi oleh para pengurusnya & anggotanya.

    PERCAYA – saham2 Blue chip pun…..BISA berpindah ke tangan Lembaga CUBG, yang tentunya menjadi keuntungan para anggotanya sebagai pemegang Saham CUBG.

    God Bless,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: